MEDAN — RAMBO NEWS, 30 OKTOBER 2026,KONTEKS DISKUSI – Tema: “Menyongsong Seabad Sumpah Pemuda dan Tantangan Ruang Gema: Polarisasi Pemuda dan Merawat Persatuan di Era Algoritma” – Lokasi: Medan — Dipandu oleh Rafael Sinaga, SH – Fokus: Menjaga persatuan & memperkuat daya kritis pemuda di tengah arus informasi digital PANDANGAN NARASUMBER A. Fattah Lubis, S.Sos, MIP — Akademisi USU “Sumpah Pemuda 1928 lahir dari kesadaran untuk mengesampingkan perbedaan dan bersatu. Namun tantangan sekarang berbeda — ketergantungan pada media sosial harus diimbangi dengan kebiasaan membaca, kepekaan sosial, dan kemampuan mewujudkan gagasan menjadi tindakan nyata.” “Jangan hanya menyalahkan pemerintah tanpa refleksi diri. Pemuda harus mampu menindaklanjuti gagasan yang dimiliki. Jadilah selektif di media sosial.” Sirdo Sagala, SH — Komda PMKRI Sumut-NAD “PERSATUAN ADALAH LANDASAN UTAMA LAHIRNYA SUMPAH PEMUDA. Semangat ini harus terus dijaga menuju Indonesia Emas 2045.” “Tiga hal yang harus diperkuat pemuda: kesadaran diri, keberanian, dan kemampuan melahirkan karya nyata. Persatuan dibangun dari perasaan, keresahan, dan penderitaan yang sama. Hadirkan tindakan konkret untuk keadilan!” Kristoporus Simamora, S.Sos — Viva Voce “Algoritma semakin mengatur arus informasi — konten bisa menjadi instrumen memengaruhi persepsi publik. Pemuda perlu ruang diskusi yang luas agar tidak menerima informasi mentah-mentah.” “Jadikan media sosial sebagai teman yang baik agar kita tetap kritis, bukan sebagai penjara yang membatasi pandangan kita.” Nicola Simarmata, S.Sos — Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan “Peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar agenda tahunan — itu momentum refleksi. Paparan informasi yang berlebihan berpotensi memperlebar perpecahan. Mahasiswa harus merawat nasionalisme dan menghidupkan kembali nilai-nilai Sumpah Pemuda.” “Jangan biarkan gagasan berhenti di sekat perbedaan. Kita berjuang untuk Bonum Communae — kebaikan bersama yang diwujudkan secara bersama-sama.” PESAN UTAMA DISKUSI Tantangan Solusi yang Ditegaskan Polarisasi & penyebaran informasi tidak sehat di medsos Perkuat literasi digital — jangan terima informasi mentah-mentah Perbedaan memisahkan pemuda Bangun persatuan dari kepedulian yang sama — melampaui sekat Gagasan hanya berhenti di diskusi Ubah menjadi karya nyata dan tindakan konkret di masyarakat Algoritma membentuk opini publik Perluas ruang diskusi, baca banyak sumber, jaga keberagaman pandangan “Persatuan membutuhkan lebih dari sekadar seruan. Ia butuh kesadaran, keberanian, dan tindakan nyata dari setiap pemuda.” PENUTUP “Seabad Sumpah Pemuda — semangatnya tidak berubah: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Tapi medan perangnya berbeda. Dulu melawan penjajah, sekarang melawan ketidaktahuan, perpecahan, dan ketidakpedulian di ruang digital. Pemuda Indonesia — tetap bersatu, tetap kritis, tetap berkarya!” RAMBO NEWS — Tegas, Berani, Membela Persatuan & Kebenaran Views: 35 Navigasi pos ASN DIBAYAR SEBAGAI “TENAGA AHLI” — KELEBIHAN RP117 JUTA KEMBALI KE KAS DAERAH BANDUNG BARAT Anggaran Subang Rp3,3 Triliun Terealisasi 95,97% — Tapi Mana Perbaikan Sekolah Rusak?