RAJAWALI NEWS • LAHAT — 1 September 2026. Di sudut samping rumah sederhananya di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, kini tumbuh semangat baru. Di usia 72 tahun, Amat Surman yang dulunya hanya menganggur dan bergantung pada anak, kini setiap pagi, sore, hingga malam — sibuk merawat 12 ekor ayam petelur bantuan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA). Dan kabar gembiranya? Ayam-ayam itu mulai bertelur lebih cepat dari perkiraan! 🥚✨ 📖 DARI PENGANGGURAN HINGGA MEMILIKI HARAPAN Sebelumnya, hari-hari Amat berlalu tanpa pekerjaan tetap. “Bisa dibilang saya menganggur, jadi kebutuhan sehari-hari masih bergantung pada anak saya,” ungkapnya jujur. Namun kebiasaan masa kecilnya — sudah akrab memelihara ayam, bebek, dan kambing sejak SD — kini kembali menjadi peluang nyata. Setiap dua hari sekali ia membersihkan kandang, rutin memeriksa pakan dan minum. Dan usaha itu berbuah hasil: ayam yang diberikan pada awal program mulai bertelur pada hari ke-16, jauh lebih cepat dari perkiraan semula hari ke-24. Per 31 Agustus 2026 — hanya 23 hari setelah dibagikan — telur sudah mulai dipanen! “Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih.” — Amat Surman, Penerima Manfaat 🥚 PROGRAM AYAM PETELUR: TIDAK SEKADAR BANTUAN — TAPI KEMANDIRIAN Program ini bukan sekadar membagikan ayam. Setiap penerima mendapat 12 ekor ayam siap bertelur, 1 karung pakan, dan kandang. Ayam dipilih siap produksi agar masyarakat langsung merasakan manfaat. Lebih dari itu, PTBA juga memberikan pelatihan dan pendampingan — agar masyarakat benar-benar mandiri mengelola usahanya. Eko Prayitno, Corporate Secretary Division Head PTBA: “Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang kami berikan kini sudah mulai bertelur. Ini langkah awal yang baik — masyarakat mulai merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri. Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri, berkelanjutan.” Dedy Saptaria Rosa, Sustainability Division Head PTBA: “Mulai berproduksinya ayam petelur menjadi momentum penting. Tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga mendukung ketersediaan pangan bergizi di tingkat lokal. Kami berharap ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberi nilai tambah bagi seluruh masyarakat.” 🌱 KE DEPAN: EKOSISTEM BUDIDAYA YANG LEBIH BESAR Program ini berjalan atas kolaborasi PTBA, Rumah Kreatif Sriwijaya, Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M), serta Pemerintah Desa Sirah Pulau. Dan tak berhenti di sini: – ✅ Telah dilakukan survei lokasi di desa-desa sekitar Ring 1 perusahaan – ✅ Direncanakan pengembangan penanaman jagung untuk pakan – ✅ Persiapan pabrik pakan mandiri agar biaya produksi semakin efisien Dari kandang samping rumah, harapan tumbuh. Bukan hanya untuk Amat — tetapi untuk seluruh desa. Telur yang dipanen hari ini adalah bukti: ketika masyarakat diberi alat, pengetahuan, dan kesempatan — kemandirian akan tumbuh dengan sendirinya. 🌾💪 Laporan: Harto RAJAWALI NEWS — Mengabarkan Kebenaran, Memberdayakan Rakyat 📰🔥 Post Views: 18 Navigasi pos Amat dan Harapan yang Tumbuh dari Kandang Ayam Samping Rumah KETUM GMPB SIDAK PASAR REBO PURWAKARTA, SOROTI PRAKTIK RENTENIR BERKEDOK KOPERASI