DELI SERDANG — RAMBO NEWS, 19 OKTOBER 2026,SERUAN UTAMA: “SIGAP TOLAK MEDSOS MENYESATKAN DAN MERUSAK POLA PIKIR GENERASI EMAS 2045” Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang melalui Ketuanya, Dr. H. Harun Lubis, ST., M.Psi., menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya narasi di media sosial yang berpotensi menyesatkan, memicu provokasi, dan mengganggu upaya membangun Generasi Emas Indonesia 2045. KEPRIHATINAN DEWAN PENDIDIKAN Informasi Menyesatkan = Racun Generasi Muda “Pemberitaan yang menyesatkan dan narasi yang tidak didasarkan pada fakta dapat menjadi penghambat dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang cerdas, berpengetahuan, kritis, kreatif, inovatif, serta memiliki karakter dan akhlak mulia.” — Dr. H. Harun Lubis Media sosial membentuk pola pikir anak-anak dan remaja setiap hari. Jika yang dikonsumsi adalah informasi yang belum terverifikasi, pemelintiran fakta, dan ujaran kebencian — maka yang terbentuk bukan generasi emas, melainkan generasi yang terpecah dan mudah diadu domba. KEBEBASAN BERPENDAPAT ADA — TAPI HARUS BERTANGGUNG JAWAB “Kami tidak melarang kritik kepada pemerintah. Kritik yang sehat justru sangat diperlukan untuk memperbaiki program dan pelayanan publik. Namun, kritik harus dibangun berdasarkan data dan fakta, bukan melalui pemelintiran informasi, provokasi, maupun narasi yang menyesatkan.” Yang Didukung Yang Ditolak Kritik yang konstruktif & membangun Narasi tanpa fakta & belum terverifikasi Perbedaan pendapat yang santun Pemelintiran informasi & provokasi Dialog & solusi bersama Ujaran kebencian & memecah belah Kontrol sosial yang bertanggung jawab Menyebarkan keresahan & kerusuhan PESAN PENTING Generasi Emas Butuh KECERDASAN + KARAKTER Generasi masa depan tidak hanya butuh otak yang pintar, tetapi juga hati yang jujur, sikap yang disiplin, rasa tanggung jawab, toleransi, dan kemampuan menghormati perbedaan pendapat. Kecerdasan tanpa karakter adalah pedang bermata dua yang bisa mencelakakan bangsa sendiri. KEDPAN TABAYUN — CEK FAKTA SEBELUM BERBAGI “Mari kita biasakan tabayun — periksa kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Jangan jadikan ruang publik sebagai ladang menyebarkan berita yang memecah belah.” BAHASA SANTUN ADALAH CIRI BANGSA BERKARAKTER “Sebagai orang Timur, kita diajarkan untuk saling menghormati. Penggunaan bahasa yang baik dan santun adalah bagian dari karakter yang harus kita jaga bersama.” AJAKAN BERSAMA 1. Masyarakat Umum Cek dan ricek setiap informasi sebelum mempercayainya. Jika belum jelas sumbernya — jangan dibagikan. Lebih baik lambat daripada ikut menyebarkan kebohongan. 2. Penggiat Media Sosial & Insan Pers Jadikan ruang digital sebagai ruang yang membangun, bukan memecah belah. Berita yang belum terverifikasi lebih baik ditahan daripada merusak pola pikir ribuan anak muda. 3. Pemerintah & Seluruh Pemangku Kepentingan Perbedaan pandangan wajar dalam demokrasi. Selesaikan dengan dialog, bukan dengan narasi yang saling menyerang. Kondusivitas daerah adalah tanggung jawab kita bersama. “Deli Serdang membutuhkan masyarakat yang kritis, bukan saling membenci; masyarakat yang berani menyampaikan kebenaran, bukan menyebarkan kesesatan; serta generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.” — Dr. H. Harun Lubis, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang Sumber: Pernyataan Resmi Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang | Penerbit: Rambo News | Tanggal: 19 Oktober 2026 “Mencerdaskan Bangsa, Menjaga Kebenaran — Tidak Takut, Tidak Berpihak” Views: 14 Navigasi pos DUGAAN PENIMBUNAN ANAK SUNGAI MUARA MALUNGAI — AKTIVITAS PT MUTU DISOROT, KEPALA ADAT MINTA PEMERINTAH TURUN KE LAPANGAN BPK BONGKAR: RP997 JUTA LEBIH BAYAR PERJALANAN DINAS SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN LEBAK — TIDAK ADA LAPORAN, TIDAK IZIN, TIDAK SEMUA MENGINAP!