BARITO SELATAN — RAMBO NEWS, 19 OKTOBER 2026,KRONOLOGI SINGKAT

Waktu & Tempat Kejadian
Jalur hauling, Kabupaten Barito Selatan Warga memasang tali rafia, kain merah, dan rirung menutup akses jalan batu bara
Puluhan truk tronton tertahan Tidak bisa melanjutkan perjalanan — situasi tetap kondusif
Penyebab: Kompensasi lahan belum dibayar Lahan milik Yupelis & keluarga (Desa Tongka — Barito Utara & Desa Malintut — Barito Timur) terkait aktivitas pertambangan belum ada penyelesaian ganti ruginya

TINDAKAN WARGA: JALAN DITUTUP HINGGA ADA KESEPAKATAN

Warga memilih jalur hauling di Barito Selatan karena merupakan akses utama yang dilalui armada batu bara setiap hari. Tujuannya sederhana: agar tuntutan mereka didengar dan segera diselesaikan.

“Kami akan terus memperjuangkan hak atas lahan tersebut sampai ada penyelesaian yang jelas mengenai ganti rugi.”
— Kantan, perwakilan warga

DIALOG DENGAN PIHAK PERUSAHAAN

Pihak manajemen perusahaan bagian eksternal turun ke lokasi dan menyampaikan:

–  Aksi pemortalan sebelumnya tidak ada pemberitahuan resmi kepada perusahaan
–  Lokasi penutupan berada di Barito Selatan, sementara objek sengketa lahan berada di Barito Utara & Barito Timur
–  Namun pihak perusahaan berjanji akan menyampaikan situasi dan tuntutan warga ke pimpinan untuk tindak lanjut

SITUASI AMAN DAN KONDUSIF

–  Pengemudi truk bersikap kooperatif — memarkir kendaraan tertib, tidak ada ketegangan
–  Kepolisian melakukan pengamanan di lokasi
–  Warga menahan diri — tidak terjadi bentrokan
–  Saat ini: warga masih menunggu tindak lanjut resmi dari perusahaan

KOMENTAR ALI SOPIYAN RAMBO NEWS

“Menutup jalan memang bukan solusi ideal, tapi seringkali menjadi satu-satunya cara warga agar didengar ketika hak mereka diabaikan terlalu lama. Perusahaan wajib menghormati hak atas tanah masyarakat adat dan warga sekitar. Jangan menunda-nunda kompensasi yang memang sudah menjadi kewajiban sejak awal.”

“Sengketa lahan harus diselesaikan secara terbuka, adil, dan transparan. Dialog yang berlangsung di lokasi adalah langkah awal yang baik — tapi kata ‘akan menyampaikan’ belum cukup. Warga butuh kepastian, jadwal pertemuan, dan hasil nyata. Semua pihak harus duduk bersama: warga, perusahaan, dan pemerintah daerah terkait — Barito Utara, Barito Timur, maupun Barito Selatan — agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun logistik secara berkepanjangan.”

“Tanpa keadilan untuk warga, ketenangan tidak akan tercapai. Semoga perusahaan segera menyikapi ini dengan serius dan bertindak secepatnya.”

Sumber: Pewarta Ami Riyadi, Narasumber Kantan | Penulis: Usupriyadi | Penerbit: Rambo News | Tanggal: 19 Oktober 2026
“Membela Hak Rakyat, Menjaga Keadilan — Tidak Takut, Tidak Berpihak”

By rambo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *