SUBANG — PANCEG NEWS, 26 SEPTEMBER 2026 — Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Subang per 31 Desember 2023 membongkar KATASTROFE KEUANGAN yang selama ini disembunyikan di balik angka rapi di atas kertas. Saldo kas daerah tercatat Rp27,4 Miliar — namun 97,3% adalah dana TERIKAT yang TIDAK BOLEH disentuh! Uang tunai bebas untuk membayar gaji, belanja rutin, dan melayani rakyat — HANYA Rp730 JUTA! Itu bukan sekadar angka — itu BUKTI KEGAGALAN TOTAL PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH! DATA RESMI — ANGKA TIDAK BISA DIPUNGKIRI! Tabel Uraian Saldo 31 Des 2023 31 Des 2022 Perubahan Kas di BLUD Rp26.668.819.023 Rp23.897.080.229 +Rp2.771.738.794 Kas di Bendahara Pengeluaran Rp609.000 Rp3.642.000 -Rp3.033.000 Kas Lainnya Rp729.622.784 Rp3.747.758.815 -Rp3.018.136.031 JUMLAH KAS DAERAH Rp27.398.441.807 Rp27.648.481.044 -Rp250.039.237 (-0,91%) FAKTA KERAS — RAKYAT HARUS TAHU KEBENARAN! – Kas BLUD = Rp26,7 Miliar (97,3%): Dana milik puskesmas & RSUD — TIDAK BOLEH dipakai untuk belanja umum! Jika Pemkab terpaksa mengandalkan ini = SISTEM KEUANGAN SUDAH GAGAL! – Kas Bebas = Rp730 Juta (2,7%): Hampir tidak ada uang tunai untuk operasional pemerintahan! Bagaimana membayar vendor, kontraktor, dan gaji jika keadaan terus begini?! – Kas Lainnya ANJLUK 80%: Rp3,7 Miliar → Rp729 Juta — Rp3 MILIAR HILANG DALAM SATU TAHUN! Tidak ada penjelasan, tidak ada bukti, tidak ada pertanggungjawaban! INI BUKAN PENURUNAN — INI KEHILANGAN TANPA JEJAK! – Kas Bendahara Pengeluaran HAMPIR NOL: Dari Rp3,6 Juta tinggal Rp609 Ribu — aliran uang macet, pembayaran tertunda, kepercayaan runtuh! 3 SKANDAL YANG HARUS DIJAWAB BUPATI SUBANG! KAS TERIKAT JADI SUMBER UTAMA — UANG BEBAS HAMPIR HABIS! Kas BLUD bukan uang Pemkab! Itu milik rakyat untuk kesehatan! Jika Pemkab sampai harus mengandalkan dana ini untuk bertahan hidup — BERARTI KAS DAERAH SUDAH BANGKRUT SECARA DE FACTO! Di mana pengawasan DPRD? Di mana pengawasan internal? Mengapa dibiarkan sampai titik ini?! Rp3 MILIAR HILANG — KE MANA PERGINYA, SIAPA YANG MEMERINTAHKAN?! Penurunan lebih dari Rp3 Miliar dalam satu tahun tanpa penjelasan = KECURANGAN ATAU KEBOCORAN YANG HARUS DIPERIKSA! Apakah dipakai menutup kebocoran? Apakah ada pengeluaran tanpa dasar hukum? Jawabannya harus diumumkan secara terbuka — sekarang juga! PENGAWASAN HANYA FORMALITAS BELAKA?! Bagaimana mungkin kas daerah menipis begitu drastis tanpa ada yang bertanggung jawab? Di mana fungsi pengawasan BPKAD, Inspektorat, dan DPRD? Apakah semua pihak menutup mata demi kepentingan segelintir orang?! DAMPAK LANGSUNG — RAKYAT YANG MENJADI KORBAN! – Pembangunan berhenti: Proyek jalan, sekolah, fasilitas umum terhenti karena dana tidak tersedia! – Pelayanan kesehatan terancam: Kas BLUD yang seharusnya untuk rakyat — justru menjadi penopang kas daerah! -Hutang menumpuk: Tagihan vendor tidak dibayar, pengusaha lokal rugi, ekonomi desa terhambat! -Kepercayaan runtuh: Pajak dan retribusi terus dipungut — tapi uang rakyat justru hilang tanpa jejak! KOMENTAR TEGAS — TIM RAMBO! “Kami TIM RAMBO — RAKYAT MEMBELA KEBENARAN, MENYATAKAN KECAM KERAS KEGAGALAN PENGELOLAAN KEUANGAN PEMKAB SUBANG! Hanya Rp730 Juta uang bebas dari Rp27 Miliar — itu bukan kelalaian, itu KEGAGALAN SISTEMATIS YANG DIRENCANAKAN! Rp3 Miliar hilang tanpa jejak — itu bukan angka, itu uang rakyat yang bekerja keras membayar pajak! Jika ini bukan korupsi, lalu apa namanya?! Kepada Bupati Subang dan Kepala BPKAD: JANGAN DIAM SAJA! Rp3 Miliar yang hilang itu harus dijelaskan secara rinci — siapa yang memerintahkan, ke mana dipakai, di mana buktinya! Jika tidak bisa menjelaskan — UNDUR DIRI SAAT INI JUGA! Karena rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya bisa menghabiskan uang, bukan mengelolanya! Kepada DPRD Subang: JANGAN JADI PENONTON! Panggil Bupati dan Kepala BPKAD sekarang! Jelaskan di depan publik, bukan di ruang tertutup! Jika diam saja — kalian ikut bertanggung jawab atas kehilangan uang rakyat ini! Kepada BPK RI: SEGERA LAKUKAN PEMERIKSAAN MENDALAM! Jangan biarkan angka-angka ini berlalu begitu saja! Temukan siapa yang bertanggung jawab, dan tuntut pertanggungjawabannya sampai ke akar-akarnya! Uang rakyat bukan mainan — dan rakyat bukan bodoh!” KOMENTAR TEGAS — APEN SUPANDI (ALVENT HD), KABAG SDM DPD LSM LASKAR NKRI & PEMRED PANCEG NEWS! “Data ini bukan sekadar angka — ini CERMIN KEGAGALAN Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Subang! Saya bingung dan sangat prihatin: Pemkab Subang yang mengelola anggaran triliunan rupiah, ternyata hanya punya uang tunai bebas Rp730 Juta! Itu saja tidak cukup untuk membayar satu proyek jalan desa! Ke mana perginya uang rakyat itu semua? Saya soroti 3 hal yang HARUS segera dijelaskan secara terbuka dan transparan: PERTAMA — Rp3 Miliar Kas Lainnya yang hilang dalam satu tahun! Siapa yang memerintahkan pengeluarannya? Untuk apa? Di mana bukti pertanggungjawabannya? Jangan diam saja saat uang rakyat hilang tanpa jejak! KEDUA — Mengapa Kas BLUD sebesar Rp26,7 Miliar justru menjadi kas terbesar daerah? Apakah Pemkab Subang sudah kesulitan uang tunai sehingga harus mengandalkan dana yang seharusnya untuk kesehatan rakyat? Jika dana ini dipakai untuk keperluan lain — itu MELANGGAR ATURAN dan bisa dijerat pidana! KETIGA — Di mana peran DPRD dan pengawasan internal? Mengapa sampai kas daerah menipis begini tidak ada peringatan dini? Apakah pengawasan itu hanya formalitas belaka? Kami dari LSM Laskar NKRI dan Panceg News menuntut Bupati Subang, Kepala BPKAD, dan seluruh pejabat pengelola keuangan daerah untuk SEGERA MENGUMUMKAN PENJELASAN LENGKAP KEPADA MASYARAKAT! Jangan sembunyikan fakta di balik laporan keuangan yang rapi di atas kertas! Rakyat berhak tahu — uang mereka dikelola dengan benar atau justru dihamburkan! Jika dalam waktu dekat tidak ada penjelasan yang memuaskan — kami siap turun langsung ke jalan bersama rakyat Subang untuk menuntut pertanggungjawaban ini sampai ke akar-akarnya! Uang rakyat bukan mainan! Pengelolaan keuangan bukan rahasia negara — itu HAK MUTLAK setiap warga negara!” TUNTUTAN TEGAS — RAKYAT SUBANG WAJIB TAHU! 1. Buka data lengkap pengeluaran Kas Lainnya 2023 — ke mana Rp3 Miliar itu habis? Siapa yang memerintahkan? Di mana buktinya?! 2. Jelaskan status penggunaan Kas BLUD — apakah tetap utuh dan tidak dipakai untuk belanja umum? Jika sudah dipakai — itu pelanggaran berat! 3. Sampaikan rencana penyelamatan keuangan daerah — agar kas daerah tidak terus menurun dan rakyat tidak dirugikan! 4. BPK RI segera lakukan pemeriksaan mendalam — temukan siapa yang bertanggung jawab atas penurunan kas yang drastis ini! 5. DPRD Subang panggil Bupati dan Kepala BPKAD — jelaskan di depan publik, bukan di ruang tertutup! Rakyat berhak mendengar langsung jawabannya! “Keuangan daerah adalah darah kehidupan rakyat. Jika darahnya habis — rakyat yang mati. Transparansi bukan permintaan — itu HAK MUTLAK setiap warga negara! Siapa yang diam saat uang rakyat hilang — dia ikut bertanggung jawab atas kehancuran rakyatnya sendiri!” PANCEG NEWS — TEGAS, TAJAM, MENYEBARKAN KEBENARAN! Views: 52 Navigasi pos BELANJA PEGAWAI PEMKAB BANYUASIN MELONJAK — 34,83% LEWATI BATAS MAKSIMAL 30%! ANGGARAN INFRASTRUKTUR PUBLIK HANCUR, RENCANA PENURUNAN DINILAI BELUM TEGAS! ALI SOPYAN: JANGAN JADIKAN ALASAN UNTUK MENGABAIKAN KEWAJIBAN HUKUM! MAJALENGKA — HIBAH Rp77 MILIAR TAK JELAS! Rp22 MILIAR TANPA NAMA PENERIMA! Rp4 MILIAR ATAS NAMA KEPALA DAERAH TANPA RINCIAN — INI PEMBAGIAN UANG RAKYAT TANPA TANGGUNG JAWAB! TIM RAMBO: HARUS DIUSUT SAMPAI AKAR-AKARNYA!