Tanggal: Selasa, 20 Oktober 2026 Lokasi: Dusun Kalihurip, Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat FAKTA DI LAPANGAN — LENGKAP DAN JELAS SDN Oto Iskandar Dinata yang berada di Dusun Kalihurip melayani pendidikan puluhan anak-anak warga setempat. Kondisi bangunannya memprihatinkan sejak tahun 2009. Tiga ruang kelas utama beserta ruang kantor rusak berat: atap rapuh dan banyak yang berlubang, dinding retak lebar dari bawah ke atas, langit-langit terkelupas dan berisiko jatuh, lantai tidak rata, serta talang air yang sudah tidak berfungsi. Saat musim hujan tiba, air menembus masuk sehingga anak-anak terpaksa pindah tempat duduk atau bahkan belajar di bawah kondisi yang sangat tidak layak. Selama 17 tahun ini, laporan kerusakan sudah disampaikan berkali-kali ke Dinas Pendidikan Kabupaten Subang. Pihak dinas juga sudah berkali-kali datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan survei. Namun yang terjadi? Hanya catatan, foto-foto dokumentasi, janji-janji manis, lalu tidak ada kabar lagi. Anak-anak tetap belajar dalam bahaya, guru-guru tetap khawatir setiap hari, dan warga semakin kehilangan harapan. WAWANCARA LANGSUNG — AWAK MEDIA DI LOKASI Saat awak media Rambo News meninjau langsung ke lokasi, Bapak Somantri, salah satu guru yang mengabdi di SDN Oto Iskandar Dinata, menyampaikan kekecewaannya secara langsung: “Kunjungan dari Dinas Pendidikan sudah sering dilakukan ke sini, namun sampai saat ini belum juga ada realisasi terkait hal ini. Mereka datang, meninjau, memotret, berjanji akan segera diproses. Tapi kami hanya menunggu dan menunggu, tidak ada perubahan yang berarti. Kami hanya ingin anak-anak belajar di tempat yang aman dan layak, itu saja harapan kami.” — Somantri, Guru SDN Oto Iskandar Dinata. KOMENTAR TEGAS & TAJAM — APEN SUPANDI, Pemred Rambo News “CUKUP SUDAH SANDIWARA INI! FOTO DAN CATATAN KALIAN SUDAH BANYAK — YANG KURANG CUMA SATU: KEMAUAN UNTUK BEKERJA! 17 TAHUN! Dinas Pendidikan Kabupaten Subang berkali-kali turun ke lokasi, berkali-kali tahu kondisinya, berkali-kali berjanji akan memperbaiki. Tapi nyatanya? NOL HASIL! Kalau satu kali, dua kali, bahkan sepuluh kali survei tidak menghasilkan apa-apa — lalu untuk apa kunjungan-kunjungan itu dilakukan? Apakah sekadar untuk memenuhi laporan kegiatan? Atau memang ada yang sengaja menahan agar anggaran tidak turun ke sekolah desa ini? Bapak Somantri dan guru-guru lainnya sudah berbicara jujur. Mereka tidak meminta kemewahan — mereka hanya meminta atap yang aman, dinding yang kokoh, dan ruang kelas yang layak untuk anak-anak. Jika setelah berkali-kali ditinjau tidak juga bergerak — maka ini bukan soal kurang informasi, bukan soal belum tahu. INI ADALAH KELALAIAN YANG SENGAJA DIPERTAHANKAN! Kami peringatkan: Jangan anggap warga Kalihurip diam berarti tidak peduli. Mereka sabar selama 17 tahun — kesabaran itu sudah habis. Jika suatu saat nanti atap itu runtuh saat jam belajar berlangsung dan menimpa anak-anak — siapa yang akan bertanggung jawab? Foto survei kalian tidak akan menyelamatkan nyawa anak-anak itu! Laporan-laporan kalian tidak akan bisa menggantikan kerugian yang terjadi! Saya tuntut: Hentikan kunjungan kosong! Kalau datang hanya untuk memotret dan pergi — lebih baik tidak usah datang sama sekali. Rakyat tidak butuh tamu yang tidak membawa solusi. Yang kami butuhkan sekarang adalah: jadwal pasti renovasi, nama pihak yang bertanggung jawab, dan dana yang langsung digunakan untuk memperbaiki bangunan ini. Bukan janji — TINDAKAN! SEKARANG JUGA! Jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada perubahan nyata — Rambo News akan menelusuri ke mana saja usulan perbaikan ini dikirimkan, siapa yang menahannya, dan mengapa selama 17 tahun tidak pernah direalisasikan. Semua nama pihak yang terlibat akan kami sebutkan secara terbuka. Rakyat berhak tahu siapa yang menghambat masa depan anak-anak mereka! — Apen Supandi, Pemimpin Redaksi Rambo News. TUNTUTAN KAMI — TANPA TUNDA, TANPA NEGO Dalam 7 hari kerja ke depan: Pimpinan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang turun langsung ke lokasi — bukan staf untuk memotret, melainkan pembawa keputusan tertulis dan jadwal pasti perbaikan Publikasikan dokumen lengkap: Daftar seluruh kunjungan/survei yang pernah dilakukan ke sekolah ini sejak 2009, nama petugas yang datang, laporan hasil pengecekan, dan tindak lanjut yang dijanjikan pada setiap kunjungan Renovasi dimulai paling lambat awal tahun 2027 — tidak ada alasan penundaan lagi. Dana, kebutuhan, dan lokasi sudah jelas sejak lama. Yang kurang hanya kemauan politik untuk menyelesaikannya. Seluruh proses pengerjaan transparan: Rincian biaya, nama kontraktor, jadwal pengerjaan, dan laporan kemajuan dipublikasikan. Warga, komite sekolah, dan media berhak memantau setiap tahap secara langsung tanpa perlu izin berbelit-belit Jelaskan secara terbuka: Mengapa usulan perbaikan yang sudah masuk berkali-kali belum juga terealisasi selama 17 tahun? Hambatannya di mana? Siapa yang bertanggung jawab atas penundaan ini? Sebarkan seluas-luasnya! Jangan biarkan anak-anak Kalihurip terus belajar dalam ketakutan! 17 tahun sudah terlalu lama — sekarang saatnya bertindak! RAMBO NEWS — Berani, Tegas, Bersama Rakyat! Views: 53 Navigasi pos TERUNGKAP! KBLI LIMBAH DIPAKAI UNTUK KANTOR WALIKOTA — Rp14,4 MILIAR TANPA KKKPR ELEKTRONIK!