RAMBO NEWS | MUARA ENIM, 10 Agustus 2026 — Warga Kabupaten Muara Enim digugah kesadarannya. Sebuah peringatan tajam disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah lupa. Manusia boleh berubah, tetapi jejak perbuatan merugikan rakyat tidak bisa begitu saja dihapus dan dilupakan. Terlebih lagi ketika perbuatan itu adalah korupsi — kejahatan yang melukai seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim secara luas.

JANGAN LUPA SIAPA DULU — DAN SIAPA SEKARANG!

Kini muncul fakta yang menyayat hati: seseorang yang masa lalunya tercatat merugikan rakyat, kini justru dilantik dan menduduki jabatan penting sebagai Pelaksana Tugas Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).

Kita semua tahu bersama. Tidak perlu menyebut nama, karena kita semua sudah tahu siapa dia dan apa yang pernah dilakukannya. Jika masa lalu penuh noda merugikan rakyat dibiarkan kembali memegang kendali, maka sejarah kerusakan Kabupaten Muara Enim hanya akan terulang kembali.

SERUAN TEGAS UNTUK SELURUH WARGA MUARA ENIM

“Ayolah Muara Enim! Kita semua sudah merasakan dampaknya. Daerah ini rusak, tertinggal, dan terluka karena dipimpin oleh orang-orang yang menjadikan jabatan sebagai ladang basah, bukan ladang pengabdian. Muara Enim ini adalah tempat kita lahir, tumbuh, beranak pinak, dan mengabdi — BUKAN tempat untuk merampok uang rakyat, bukan lahan basah bagi para koruptor!”

“Manusia boleh berubah. Tetapi korupsi tidak cukup hanya dengan kata berubah. Korupsi merugikan masyarakat secara luas — kerusakannya bertahun-tahun terasa, tidak bisa dihapus hanya dengan janji manis. Jangan sampai kita lupa siapa yang dulu merusak daerah ini, dan bagaimana cara mereka merusaknya!”

PILIHAN TAHUN 2029 — TITIK BALIK ATAU KEMBALI TERPEROSOK?

Tahun 2029 adalah penentuan nasib Kabupaten Muara Enim. Kita harus benar-benar memilih pemimpin yang bersih, bukan yang bersih mulutnya saja.

“Pilihlah pemimpin berdasarkan HATI NURANI, bukan berdasarkan janji-janji manis yang mengambang di udara. Jangan tergiur uang yang disodorkan saat menjelang pemilihan — karena itu adalah uang yang nanti akan diambil kembali dari kantong Anda sendiri berkali-kali lipat. Jangan juga terikat janji balas budi yang mengikat tangan dan kaki pemimpin untuk melayani pemberi janji, bukan melayani rakyat.”

“Ingatlah: semua yang memulai dari uang haram dan janji palsu, semuanya berakhir sama — di HOTEL PLEDOI, atau yang sesungguhnya kita kenal sebagai PENJARA! Tidak ada yang lolos dari hukum Tuhan dan hukum negara.”

Radaksi: RAMBO NEWS.

By rambo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *